Minggu, 09 Desember 2012

COBIT 5 ( INFORMATION SYSTEM CONCEPT )


COBIT 5: FRAMEWORK, BMIS, IMPLEMENTATION, and FUTURE INFORMATION SECURITY GUIDANCE

Informasi
  • Informasi adalah Sumber daya utama untuk semua perusahaan
  • Informasi tersebut diciptakan, disimpan, ditampilkan, dan dimusnahkan
  • Teknologi mempunyai peran penting pada kegiatan-kegiatan tersebut
  • Teknologi kemudian menjadi berkembang pada semua aspek bisnis dan pribadi
Manfaat Informasi dan Teknologi pada perusahaan
  • Mendukung pelaksanaan Visi dan Misi perusahaan
  • Data base
Manfaat enterprise
            Perusahaan dan para manager pelaksana bekerja keras untuk:
  • Menjaga kualitas informasi untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis
  • Menghasilkan nilai bisnis dari investasi pemanfaatan IT, yaitu mencapai tujuan strategis dan merealisasikan manfaat bisnis melalui IT yang efektif dan inovatif
  • Mencapai keunggulan operasional melalui penerapan teknologi yang handal dan efisien
  • Menjaga resiko yang berhubungan dengan penerapan pada tingkat yang masih bisa ditoleransi
  • Mengoptimalkan biaya penggunaan IT service dan Teknologi
COBIT(Control Objectives for Information and Related Technology)
  • COBIT adalah kerangka kerja tata kelola IT(IT Governance Framework) dan kumpulan alat yang mendukung dan memungkinkan para manager untukmenjembatani jarak (gap) yang ada antara kebutuhan yang dikendalikan (control requirement), masalah teknis(technical issues) dan resiko bisnis(bussiness risk)
  • COBIT adalah sekumpulan dokumentasi best practices untuk IT Governanceyang dapat membantu auditor, pengguna (user), dan manajemen, untuk menjembatani gap antara risiko bisnis, kebutuhan control dan masalah-masalah teknis IT (Sasongko, 2009). COBIT mendukung tata kelola TI dengan menyediakan kerangka kerja untuk mengatur keselarasan TI dengan bisnis. Selain itu, kerangka kerja juga memastikan bahwa TI memungkinkan bisnis, memaksimalkan keuntungan, resiko IT dikelola secara tepat, dan sumber daya TI digunakan secara bertanggung jawab (Tanuwijaya dan Sarno, 2010).
Framework COBIT
  • Ø COBIT membagi tahapan pengelolaan IT ke dalam 4 domain yaitu Planning and Organisation, Acquisition & Implementation, Delivery & Support, dan  Monitoring and Evaluation (Bowen, Paul L, dkk, 2007; Naser Eslami, dkk, 2008; Sarno dan Anisah, 2010; Musa, Ahmad, 2009, Suryani, 2009).  COBIT mengelompokkan semua aktivitas bisnis yang terjadi dalam organisasi menjadi 34 proses yang terbagi ke dalam empat buah domain proses tersebut
COBIT 5
  • COBIT 5 adalah sebuah perkembangan strategis yang besar yang menyediakan panduan generasi berikutnya dari ISACA  pada tata kelola dan manajemen untuk enterprise information technology (IT) assets
COBIT 5 Product Family
 Image
BMIS(Bussiness Model for Information Security)
  • Sebuah pendekatan yang menyeluruh dan bussiness-oriented untuk mengatur keamanan informasidan sebuah istilah yang umum untuk keamanan informasi serta manajemen bisnis yang berbicara tentang manajemen bisnis yang berbicara tentang perlindungan informasi
  • BMIS menantang pemikiran yang tradisional dan memungkinkan kita untuk melakukan evaluasi ulang secara kreatif terhadap investasi yang dilakukan pada keamana informasi
  • BMIS menyediakan penjelasan secara mendalam untuk keseluruhan model bisnis yang memeriksa masalah keamanan dari sudut pandang sistem

Based on 5 Principles
COBIT 5 is based on five key principles for governance and management of enterprise IT:
  • Principle 1: Meeting Stakeholder Needs
  • Principle 2: Covering the Enterprise End-to- End
  • Principle 3: Applying a Single, Integrated Framework
  • Principle 4: Enabling a Holistic Approach
  • Principle 5: Separating Governance From Management 

Referensi
http://edyhr.guru-indonesia.net/artikel_detail-18622.html

Kamis, 22 November 2012

SWOT in My Life

Analisa diri dengan S.W.O.T

Image


Analisa diri dengan S.W.O.T

  A. S.W.O.T adalah singkatan dari :
  • Strength(kekuatan),
  • Weakness(kelemahan),
  • Opportunity(kesempatan), dan
  • Threat(ancaman).
 B. Berikut ini adalah Analisa diri saya menggunakan S.W.O.T:
Strength
  • Cinta Musik
  • Senang dengan hal yang baru
  • Multi talent dalam bermain musik
  • Game Online
  • Suka membantu teman
Weakness
  • Kurang percaya diri dengan kemampuan sendiri
  • Mudah Mengantuk
  • Malu dengan orang yang baru kenal / tidak kenal
  •  Cepat putus asa
Opportunity
  • Memiliki banyak teman
  • Memiliki pengalaman lebih
  • Ilmu yang diserap masih banyak
  •  Merubah kelemahan saya dengan cara lebih sering bergaul
Threat
  • Ragu-ragu dalam mengerjakan sesuatu hal(kurang maksimal)
  • Pikiran menjadi tidak konsentrasi(mengantuk)
  • Kurang Fokus dan cepat putus asa yang membuat semuanya tidak semangat 
C. Hubungan masing-masing S.W.O.T
1. Hubungan Strength dengan Opportunities:
Dengan kekuatan yang saya miliki saya bisa memiliki teman lebih yang dapat mensupport saya.

2. Hubungan Strength dengan Threat:
Dengan kekutan yang saya miliki saya bisa meminta bantuan dari teman untuk dapat membantu
menyelesaikan permasalahan saya(contoh:sharing).

3. Hubungan Weakness dengan Opportunities:
Kesempatan yang saya miliki dapat membuat saya mengesampingkan kelemahan saya.

4. Hubungan antara Weakness dengan Threat:
Untuk meminimalisasi ancaman dari kelemahan yang saya miliki saya mencoba untuk mencari kegiatan yang dapat membuat saya menjadi lebih aktif.

BUSINESS INFORMATION SYSTEM STRATEGY

RESUME KSI 10
Bussiness Information Systems Strategy


Pengertian Strategi

Menurut Stoner, Freeman dan Gibert Jr yang dikutip Fandy Tjiptono (2000:3) dalam bukunya strategi pemasaran, bahwa pengertian strategi dapat didefinisikan berdasarkan dua perspektif yang berbeda yaitu:
a. Dari perspektif apa yang suatu organisasi ingin lakukan (intend to do)
b. Dari perspektif apa yang organisasi akhirnya lakukan (eventually does).
Berdasarkan perspektif pertama, pengertian strategi adalah sebuah program untuk menentukan dan mencapai tujuan organisasi dan mengimplementasikan misinya. Berdasarkan perspektif kedua, pengertian strategi didefenisikani sebagai pola tanggapan atau respon organisasi terhadap lingkungannya sepanjang waktu.
Menurut Daft (2002: 307) Pengertian Strategi adalah ”Rencana tindakan yang menjabarkan alokasi sumber daya dan aktifitas-aktifitas untuk menanggapi lingkungan dan membantu mencapai sasaran atau tujuan organisasi. ”
Strategi dalam suatu organisasi merupakan cara untuk mencapai tujuan-tujuan, mengatasi segala kesulitan dengan memanfaatkan sumber-sumber dan kemampuan yang dimilikinya. Jadi strategi merupakan suatu rencana yang ditujukan untuk mencapai tujuan tersebut. Beberapa perusahaan mungkin mempunyai tujuan yang sama, tetapi strategi yang digunakan berbeda. Strategi ini berdasarkan suatu tujuan dan sebuah strategi tidak cukup hanyalah sebuah rencana belaka, namun strategi haruslah sampai pada penerapannya, sehingga demikianlah dikatakan bahwa strategi tidak semata-mata hanya sebuah pola perencanaan saja, namun bagaimana strategi tersebut dapat dilaksanakan.


Dimensi Strategi Bisnis 
Strategi bisnis, kadang disebut strategi persaingan atau strategi saja adalah ditentukan oleh enam dimensi, keempat dari yang pertama mengupas tentang bisnis dan unsur pentingnya. Sedang dua unsur lainnya menunjukkan keberadaan bisnis dalam suatu sistem yang berkaitan dengan kesatuan bisnis yang lain.
Sebuah strategi bisnis mengandung spesifikasi dari sebuah faktor yang menentukan dari:
1. Produk yang dipasarkan sebagai alat bersaing dalam suatu bisnis.
Suatu bisnis dibatasi oleh hasil yang ditawarkan dan pilihan yang tidak akan ditawarkan ke pasar produk, serta usaha untuk menyediakan atau tidak menyediakan produk, dalam suatu persaingan bisnis dari suatu kesatuan yang mengikat.
2. Tingkat investasi yang terjadi, dimana hal ini menyangkut :
Investasi untuk pertumbuhan
Investasi untuk mempertahankan posisi yang menguntungkan
Perolehan dana segar melalui minimisasi investasi
Perolehan uang kembali sebanyak mungkin dari aset yang ada apabila dilakukan likuidasi atau penarikan kembali modal yang disertakan.
3. Strategi fungsional area yang dibutuhkan dalam persaingan.
Hal ini meliputi langkah spesifik dalam bersaing diantaranya :
a. Strategi lini produk
b. Strategi posisioning
c. Strategi harga
d. Strategi distribusi
e. Strategi manufacturing
f. Strategi logistik
4. Strategi dalam hal aset atau skil yang mendasari perolehan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan (Sustainable Competitive Advantage [SCA]).
5. Alokasi sumber daya ke dalam seluruh unit bisnis.
Sumberdaya tersebut baik yang finansial maupun non-finansial, seperti pabrik, perlengkapan, tenaga kerja baik dari intern maupun ektern perusahaan.
6. Pengembangan efektivitas sinergi dalam bisnis sebagai upaya penciptaan nilai yang mendukung kemampuan bersaing
Keenam dimensi strategi tersebut dapat digabungkan menjadi 3 bagian penting sebagai berikut :
1.Keputusan investasi produk yang dipasarkan yang meliputi produk-pasar dari lingkungan strategi bisnis, intensitas investasi (uang), dan menetapkan sumber dari bermacam-macam bisnis.
2.Langkah strategis dari fungsional area.
3.Dasar untuk keunggulan kompetitif yang berkelanjutan untuk bersaing di pasar; hal ini meliputi aset, kecakapan, dan sinergi yang tepat dari dengan strategi fungsional area.
Strategi diferensiasi adalah suatu usaha di mana suatu produk yang ditawarkan pada konsumen, dibedakan dari persaingan melalui perolehan nilai tertentu, bisa dari tampilannya (performance), kualitas, prestise, features, pelayanannya, reliabilitasnya atau juga dari konvingiensi produk. Seringkali diferensiasi diartikan sebagai penentuan harga yang lebih tinggi, karena biasanya akan berakibat membuat sikap kritis konsumen terhadap harga berkurang.
Sebaliknya, strategi biaya rendah adalah suatu usaha yang didasarkan pada pencapaian keunggulan biaya yang berkelanjutan pada beberapa elemen penting dari produk. Kebanyakan posisi kepemimpinan biaya dapat diciptakan melalui luasnya pangsa pasar atau suatu keunggulan lain seperti kekuatan hubungan


Pendekatan Strategi
  • Prespektif: harus jelas dan direncanakan secara matang
  • Emergent: cepat berkembang
Elemen dari strategi Sistem Informasi
  • Bussines information systems strategy
  • Information systems functional strategy
  • IT strategy
  • Applications strategy
Environment:
  • Micro-environment(customer,competitor,supplier,distributor)
  • Macro-environment(social,legal,economic,political and technological influences)
Seven R’s Strategy
Image
Porter and Millar’s five forces model
Image


Threat of New Entrants
Seperti Steelcase mengkhususkan diri dalam desain dan pembuatan perabot produktivitas premium kantor, ia telah membentuk posisinya sebagai produsen premium dan lebih tinggi akhir produk ini. Dengan penelitian tinggi dan biaya pengembangan yang dikeluarkan selama beberapa tahun untuk menciptakan produk elit, banyak perusahaan mungkin tidak ingin masuk ke dalam ujung yang lebih tinggi dari pasar untuk beberapa alasan. Pesaing seperti Herman Miller-dan fokus Knoll pada array yang lebih luas dari furnitur, tetapi tidak secara khusus pada kantor dan furniture produktivitas, seperti halnya Steelcase. Juga, jenis industri secara historis telah berjuang sangat selama recension, sebagai kantor bisnis baru tidak dibangun atau diperluas, sehingga menciptakan permintaan menurun untuk kantor dan produk produktivitas. Kesehatan industri ini dapat sangat berkorelasi dengan pasar real estat, lebih khusus, real estat komersial. Steelcase 10-K memperingatkan bahwa industri seluruh kantor furnitur biasanya tertinggal dalam pemulihan ekonomi dengan dua sampai tiga perempat, sehingga prospek mungkin masih lelah bahkan dalam pemulihan ekonomi.Dengan prospek industri saat ini sedang berada di downside dari efek berkepanjangan dari resesi, pendatang baru yang potensial akan didorong menjauh dari berinvestasi di industri perabot kantor. Juga, lini produk premium Steecase akan menjadi sulit bagi pesaing untuk mencapai karena penelitian tinggi dan biaya pengembangan, dan belanja modal yang cukup tinggi diperlukan untuk memulai. Driver ini telah menyebabkan menentukan Ancaman rendah Entry. [16]
Threat of Substitute Products
Office furniture menawarkan ceruk pasar yang unik dalam industri furnitur keseluruhan. Misalnya, kursi kantor menawarkan perpaduan yang sempurna antara kenyamanan dan produktivitas yang dicapai dengan menawarkan jumlah yang tepat padding, dan kemampuan untuk duduk tegak sementara juga menyesuaikan ketinggian kursi. Mencoba untuk menggantikan produktivitas dan kenyamanan sebuah kursi kantor dengan, mungkin kursi malas atau kursi lipat hanya tidak akan terbukti sebagai pengganti yang layak untuk kursi kantor. Ini perbandingan yang sama dapat dibuat di seluruh lini produk berkaitan dengan meja rapat dan meja, seperti perabot kantor sulit untuk menggantikan. Faktor-faktor ini menunjukkan kurangnya substitures layak mendorong Ancaman Produk Pengganti menjadi rendah.
Bargaining Power of Buyer
Pelanggan dalam industri perabot kantor diberikan cukup banyak perusahaan untuk memilih dari, dan variasi yang lebih besar dari produk untuk memilih dari. Pembeli dapat memilih antara berbagai macam harga dan kualitas untuk memenuhi kebutuhan mereka yang berkaitan dengan perabot kantor. Kedua faktor akan mendorong Daya Pembeli atau atas Bargaining Power. Di sisi lain, pembeli yang mencari kualitas tertinggi dan kinerja dari furnitur kantor mereka didefinisikan untuk memilih merek berkualitas tinggi Steelcase. Seperti furniture kantor secara keseluruhan memiliki berbagai besar, tetapi kualitas barang premium terbatas, Power Perundingan didorong lebih rendah dalam hal ini. Mengingat driver campuran keseluruhan tentang Kekuasaan tawar dari pembeli, gaya ini telah diberi rating Moderat.
Bargaining Power of Suppliers
Steelcase memiliki kriteria yang sangat tinggi dan standar yang itu set untuk pemasok bahan. Sebelum mempertimbangkan pemasok, Steelcase membutuhkan kandidat potensial untuk memenuhi kriteria keuangan dan manajemen tertentu, serta memiliki produk mereka memenuhi standar kualitas tinggi yang memiliki Steelcase. Jika setiap pemasok tidak memenuhi standar Steelcases, ada perusahaan lain availiably untuk menjadi pemasok bahan baku. Steelcase membanggakan diri memproduksi barang dagangan kualitas tertinggi, dan karena itu mengharapkan para supplier untuk menyediakan mereka dengan kualitas tertinggi dalam bahan. Mengingat standar yang sangat tinggi yang Steelcase set untuk pemasok saat ini dan yang ada, Kekuatan Tawar Pemasok dari berbagai adalah Rendah. [17]
Competitive Rivalry within an Industry
Seperti disebutkan sebelumnya, industri perabot kantor berhubungan langsung dengan resesi keseluruhan, dan kurangnya usaha baru yang diciptakan dan diperluas. Seluruh industri sedang berjuang, karena permintaan menyusut selama resesi, menyebabkan setiap perusahaan untuk pertempuran untuk konsentrasi yang lebih kecil dari pelanggan.Kesamaan produk perabot kantor menciptakan kebutuhan untuk setiap perusahaan untuk membedakan produk mereka sendiri untuk berdiri keluar dari kerumunan dan membuat nama merek mereka dikenal. Dengan Steelcase lebih berfokus pada perabot kantor premium, beberapa pesaing menawarkan kualitas yang lebih rendah, dan barang-barang harga rendah karena itu. Ini perang harga, dan semua pemain menciptakan produk untuk penggunaan yang sama, sekali lagi menimbulkan rivaly keseluruhan dalam industri. Faktor lain untuk dipertimbangkan adalah rendahnya biaya perpindahan konsumen untuk perabot kantor. Untuk sebagian besar, kombinasi kursi, meja, dan meja dapat dipertukarkan untuk bekerja di berbagai merek. Ini kemudahan bagi pelanggan beralih sekali lagi menimbulkan persaingan, sebagai pemain di industri terus bersaing dengan sedikit kemampuan untuk “mengunci-in” konsumen untuk produk mereka. Dengan semua driver menandakan persaingan tinggi, Rivalitas Kompetitif keseluruhan dapat dinilai sebagai Sangat Tinggi. [4]
Nolan’s Stage model
  1. Initiation
  2. Contagtion
  3. Control
  4. Integration
  5. Data Administration
  6. Maturity
SWOT pada organisasi/perusahaan
Analisis SWOT ( Strength, Weakness, Opportunity, Threat ) merupakan analisis dari kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan dari suatu perusahaan atau organisasi serta peluang dan ancaman di lingkungan eksternalnya. Perusahaan atau organisasi harus membuat analisis SWOT dengan menekankan kepada kekuatannya untuk menutupi atau mengalahkan kelemahannya. Juga menggunakan peluang-peluang yang terlihat dari analisis tersebut, untuk menutupi segala ancaman yang ada di lingkungan eksternalnya.
Dengan analisis SWOT ini, maka perusahaan dapat melihat posisi dia terhadap perusahaan yang lain ( pesaing ) di industri yang sama. Dengan analisis ini, dapat di rumuskan grand strategy yang terdiri dari :
  • Strategi-strategi stabilitas perusahaan, yaitu strategi tingkat korporasi yang dibuat karena tidak adanya perubahan yang berarti.
  • Strategi-strategi pertumbuhan perusahaan, yaitu strategi tingkat korporasi  yang berupaya meningkatkan tingkat operasi organisasi.
  • Strategi-strategi pengurangan, yaitu strategi tingkat korporasi  yang berupaya untuk mengurangi keragaman operasional organisasi.
  • Kombinasi, yaitu mengejar dua atau lebih strategi diatas.
Pada awalnya analisis SWOT ini di khususkan kepada perusahaan-perusahaan yang sudah go public, tetapi pada saat sekarang, banyak perusahan-perusahaan yang belum go public sudah menggunakan analisis SWOT ini bersama-sama dengan penggunaan analisis Balance Scorecard.


Referensi:
http://arvie13.blogspot.com/2012/03/pengertian-strategi.html
http://mikofrezzy.blogspot.com/2010/01/fungsi-strategi-bisnis-konsep-dan-arah.html
http://www.wikinvest.com/stock/Steelcase_(SCS)
http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2011/06/29/pengertian-analisis-swot-pada-organisasiperusahaan/

PROJECT MANAGEMENT

RESUME KSI 9
Project Management

Project Management adalah pekerjaan, karya, tugas yang dbatasi oleh waktu dan apabila terseleseaikan sebelum batas waktu yang ada maka akan mendapatkan bonus
Setiap Project memiliki:
  • Goals(Tujuan)
  • Objectives
  • Task(Tugas)
  • Limitations(batas waktu, orang, uang)
Untuk dapat me-manage project dibutuhkan:
  • Process(proses bisnis)
  • Tools(alat)
  • Techniques(teknik)
5 phases of Project management
  1. Initiating/Defining(inisiasi)
  2. Planning
  3. Executing
  4. Controlling
  5. Closing



1.Inisiasi:
Tahap inisiasi adalah tahap yang paling krusial karena menentukan tujuan, ruang lingkup, tujuan dan kiriman yang akan diproduksi – jika tidak dilakukan dengan baik, seluruh proyek ditakdirkan. Ini adalah di mana Anda daftar tujuan yang jelas yang ingin Anda capai melalui project charter.
Piagam proyek terdiri dari lingkup proyek, otoritas proyek dan peserta, dan faktor-faktor penentu keberhasilan. Piagam ini merupakan dokumen singkat yang akan menentukan apa yang tim proyek akan memberikan melalui penggambaran awal dari peran dan tanggung jawab, sumber daya apa yang diperlukan, dan mengapa itu semua dibenarkan. Ini juga merupakan komitmen untuk mendedikasikan waktu yang diperlukan dan sumber daya untuk proyek dan akan berfungsi sebagai dokumen acuan bagi masa depan proyek.
Kunci untuk tahap ini adalah pemahaman yang mendalam tentang lingkungan bisnis saat ini dan kebutuhan masa depan, dan memastikan semua kontrol yang diperlukan dimasukkan untuk memastikan bahwa produk akhir akan memenuhi spesifikasi piagam proyek.

2.Perencanaan:
Ini adalah fase yang paling memakan waktu seperti yang Anda meletakkan dasar proyek Anda dan merancang sistem Anda. Di sini kita mengisi semua rincian Anda ‘untuk melakukan’ daftar – daftar cukup spesifik yang mengidentifikasi ruang lingkup, tugas, jadwal, risiko, kualitas dan kebutuhan staf agar tujuan Anda harus dipenuhi.
Perencanaan melibatkan membedah proyek secara logis ke dalam tugas-tugas yang jelas dan sederhana dan sub-tugas yang dapat diurutkan pada timeline atau kalender dan ditugaskan kepada orang-orang tertentu. Setelah Anda memiliki daftar tugas Anda, Anda dapat merakit tatanan yang baik dengan poin terukur penyelesaian (tonggak) – ini akan menjadi Work Breakdown Anda Struktur (WBS).
Setelah WBS Anda direncanakan, Anda akan perlu untuk detail Struktur Breakdown Organisasi yang menentukan siapa yang terlibat dan siapa yang perlu disebut. Lingkup perencanaan (menentukan dalam lingkup-persyaratan), perencanaan sumber daya (menentukan siapa melakukan apa dan kapan), perencanaan anggaran (rincian biaya yang dikeluarkan) dan Proyek Pengembangan Jadwal (jadwal lengkap kegiatan dengan urutan eksekusi mereka) yang bekerja keluar. Tahap Inisiasi juga dapat menentukan beberapa proses fasilitasi yang diperlukan untuk berhasil menyelesaikan yang perlu direncanakan untuk di sini, seperti perencanaan manajemen pengadaan, komunikasi, kualitas dan resiko.
Upaya dihabiskan dengan baik dalam perencanaan akan menghemat banyak waktu dan kebingungan ulang di fase berikutnya.Perencanaan proyek memastikan bahwa anggota tim memahami tanggung jawab mereka dan harapan Anda dari mereka. Pada akhir tahap ini desain, sponsor proyek, manajemen, pengguna akhir dan kebutuhan bisnis semua harus puas.

3.Pelaksana:
Ini adalah fase di mana proses ‘untuk melakukan’ daftar menjadi aktif dan terbaik-meletakkan rencana Anda diimplementasikan dengan sebagian besar uang Anda dibelanjakan dan sebagian besar sumber daya Anda terus sibuk ‘mengeksekusi’ proyek.Sumber daya yang paling akan mengarahkan Anda ke perangkat lunak manajemen proyek sekarang jika Anda tidak menggunakan sesuatu yang sudah – tidak perlu rumit atau mahal tapi akan membuat Anda di atas segalanya.
Di sinilah keterampilan manajer proyek benar-benar akan ikut bermain sebagai komunikasi yang baik menjadi penting (termasuk menjaga stakeholder proyek informasi), orang-orang dan sumber daya harus dikoordinasikan, dan semua biaya, risiko, perubahan dan kontrol kualitas harus efektif dan efisien dikelola (untuk beberapa nama). Manajer proyek bertanggung jawab untuk pengukuran kinerja yang mencakup varians menemukan antara yang direncanakan dan aktual, biaya kerja dan jadwal. Tidak ada yang harus diabaikan, bahkan masalah kecil, jika diketahui, dapat menyebabkan dampak yang besar pada biaya, jadwal, dan risiko serta menyimpang dari tujuan proyek aslinya.

4.Pengendalian:
Seluruh proses harus diperhatikan, diukur dan diperiksa untuk memastikan bahwa masalah-masalah potensial diidentifikasi secara tepat waktu dan tahap ini harus memberikan umpan balik antara fase sehingga tindakan korektif dapat diambil. Dengan menonton kemajuan kerja, Anda menjaga mata pada tujuan awal proyek untuk memastikan tongkat proyek Anda dalam lingkup proyek asli.
Mengontrol secara efektif berarti bahwa kegiatan proyek yang sedang berlangsung (di mana kita berada) diperiksa dengan pemantauan variabel proyek (biaya, tenaga, waktu, kualitas) terhadap rencana manajemen proyek dan kinerja baseline proyek (di mana kita harus). Tindakan korektif diidentifikasi untuk benar mengatasi masalah dan risiko (bagaimana kita bisa mendapatkan lagu lagi).

5.Penutup:
Setelah kami telah menyelesaikan semua kegiatan di semua kelompok proses dan produk akhir yang diterima, kami secara resmi dapat menutup proyek. Sebelum muncul anggur bersoda dan menepuk diri pada bagian belakang, kami memiliki beberapa administrasi untuk melakukan pengarsipan yang meliputi semua file yang relevan dan informasi, menutup kontrak dan mendokumentasikan pelajaran.Pelajaran ini merupakan bagian integral dari tahap akhir dan pertanyaan yang paling penting adalah: Apakah proyek tersebut dimaksudkan memberikan produk akhir dalam waktu dan anggaran ditetapkan batas? Jawabannya menyediakan batu loncatan untuk melaksanakan proyek berikutnya dengan efisiensi yang jauh lebih dan kontrol.
Manajer proyek sebagian besar tergantung pada perangkat lunak manajemen proyek mereka untuk penutupan dan perangkat lunak yang baik dapat menghemat banyak waktu di sini. Jika Anda telah menyimpan catatan yang baik, fase ini mungkin akan terpendek Anda dan sekali para pemangku kepentingan memiliki semua ditandatangani, bahwa tepuk ucapan selamat dan kaca bubbly memang layak.
Standar yang diakui secara internasional ada banyak untuk mengelola proyek – ada Panduan untuk Badan Manajemen Proyek Pengetahuan, atau PMBOK ® yang dikembangkan oleh Project Management Institute, atau versi kedua dari Proyek DI Lingkungan Controlled dikenal sebagai PRINCE2, untuk menyebutkan hanya dua . Metodologi berbagai proyek manajemen juga ada, seperti siklus hidup pengembangan sistem (SDLC), pengembangan aplikasi cepat (RAD), pengembangan aplikasi bersama (JAD). Ada juga sejumlah metode charting, seperti Gantt chart dan Evaluasi Proyek dan Teknik Review (PERT) bagan yang telah dikembangkan sebagai alat untuk menciptakan representasi grafis dari rencana proyek dan statusnya saat ini. Namun, semua alat-alat dan metode akan perlu untuk memasukkan dan menyelesaikan tahap proses lima yang diuraikan di atas untuk mengelola proyek tersebut secara efektif dan menemukan kesuksesan sejati



Penyebab kegagalan project management
Internal factor:                                                                                                   
  • Technical failure : pada saat membangun kualitas SDM kurang
  • Data failure: kesalahan pada pembuatan data base
Eksternal factor
  • User failure: tidak ada keinginan untuk melatih user
  • Organisational failure: perencanaan yang salah
  • Failure in the bussiness environtment: kalah saingan di dunia bisnis(kompetisi)
Project Organization
  • Project sponsor
  • Project manager
  • Project user
  • Quality manager
  • Risk manager
Project management process
  • Estimate
  • Schedule/plan
  • Monitoring and control
  • Documentation
Referensi: http://www.projectoffice.co.za/en/project-management/49-project-stages

DEVELOPING BUSINESS / IT SOLUTION

Resume KSI 8
Developing Bussiness/IT solution

Pendekatan sistem/system approach  merupakan metode berpikir sintetik yang diterapkan pada masalah yang merupakan suatu sistem, sedangkan yang dimaksud dengan  mode berpikir sintetik, yaitu mode berpikir yang didasarkan atas doktrin ekspansionisme. Doktrin ekspansionisme adalah cara meninjau suatu benda atau suatu hal sebagai bagian dari keseluruhan yang besar.
System approach sebelum membangun suatu aplikasi/system:
  • Menemukan/mengenali masalah
  • Mengevaluasi alternative system solution
  • Memilih sistem solusi
  • Mendesain
  • Mengimplementasikan
Ada 7 Langkah membangun sistem Informasi , yakni :
1. Perencanaan
Perencanaan adalah membuat semua rencana yang berkaitan dengan proyek sistem informasi. kalau kita ingin membangun rumah maka kita akan melakukan perencanaan bagaimana pondasinya , bagaimana struktur bangunannya, mau memakai material apa saja, apa warna dindingnya, tak ketinggalakan pula merencanakan anggaran budget yang harus kita keluarkan. begitu pula untuk membangun sistem informasi, sistem informasi apa saja, sistem informasi HRD, Logistik, Finance semuanya harus direncanakan.
Dalam perencanaan, hampir semua pihak yang terlibat dalam proyek sistem informasi harus diikutsertakan, mulai manajer proyek (Project Manager) , user, calon pengguna sistem informasi, Busines Process Analyst , Sistem Analyst, Programmer sampai Tester.
Ada point-point penting perencanaan yang perlu dibuat dalam membangun sistem informasi :
a. Feasility study, yaitu membuat studi kelayakan untuk sistem informasi yang akan dibuat, seperti membuat kajian bagaimana proses bisnis akan berjalan dengan sistem baru dan bagaimana pengaruhnya.
b. Budget, yaitu membuat alokasi dan pengaturan pembiayaan proyek, termasuk biaya perjalanan dan biaya lembur
c. Sumber daya, yaitu membuat alokasi sumber daya yang akan dipakai dalam proyek, misalnya jumlah tim, ketersediaan perangkat komputer dan sumber daya yang lain.
d. Cakupan (Scope) , yaitu menentukan batasan ruang lingkup sistem informasi yang akan dibangun.
e. Alokasi waktu, yaitu membuat alokasi waktu untuk keseluruhan proyek, setiap langkah, setiap tim, dan masing-masing aktifitas, mulai perencanaan sampai saat sistem informasi go live.
2. Analisa
Setelah perencanaan selesai, langkah berikutnya adalah membuat analisa (analyst). Analisa adalah menganalisa workflow sistem informasi yang sedang berjalan dan mengindentifikasi apakah workflow telah efisien dan sesuai standar tertentu.
Analisa dilakukan oleh Business Processs Analyst (BPA) yang berpengalaman dan/atau memahami workflow sistem manajemen di area yang sedang dianalisa.
Analisa biasanya dilakukan dengan beberapa cara :
a. Ikut terlibat, BPA ikut terlibat langsung dan mengamati workflow yang sedang dijalankan.
b. Wawancara, BPA melakukan wawancara kepada user yang menjalankan workflow dalam sistem manajemen.
3. Desain
Setelah proses analisa selesai, selanjutnya adalah membuat desain (desgin). Desain adalah langkah yang sangat penting dalam siklus SDLC karena langkah ini menentukan fondasi sistem informasi. kesalahan dalam desain dapat menimbulkan hambatan bahkan kegagalan proyek.
Ada 2 jenis desain yang dibuat di langkah ini, yaitu desain proses bisnis dan desain pemrograman.
a. Desain Proses Bisnis
Seperti halnya analisa, desain proses bisnis juga dikerjakan oleh BPA. BPA akan mendesain kembali semua workflow agar menjadi lebih efisien dan mengintegrasikannya satu sama lain menjadi satu kesatuan.
Contoh desain proses bisnis adalah Order to Cash, yaitu mendesain bagaimana workflow dari proses penerimaan order reparasi/service mobil, proses pembagian kerja di tim mekanik hingga proses saat pelanggan melakukan pembayaran di kasir.

b. Desain Pemrograman
Desain pemrograman dilakukan oleh Sistem Analis (SA) yaitu membuat desain yang diperlukan untuk pemrograman berdasarkan desain proses bisnis yang telah dibuat oleh BPA. desain ini akan menjadi pedoman bagi programmer untuk menulis source code. Desain pemrograman meliputi :
1). Desain database, Mendesain database merupakan tantangan terbesar dalam membangun sistem informasi, yaitu bagaimana menyimpan data dan bagaimana mendapatkan kembali dengan mudah. tidak sembarangan orang yang mendesain database harus paham, Database Management System (DBMS) , relasi database bagaimana membagi database ke beberapa tabel yang saling berkaitan,  Normalisasi database agar database yang dibangun dalam bentuk normal.dsb.
2). Desain Screen Layout, yaitu tampilan depan layar. desain user-friendly , mudah dipahami, mudah digunakan, navigasi nya jelas. pemilihan warna juga berpengaruh pada nyamannya user menggunakan sistem informasi.
3). Desain Diagram Proses, yaitu flowchart yang menggambarkan algoritma dan logika suatu program.
4). Desain Report Layout, yaitu desain laporan yang dihasilkan dari sistem informasi, bagaimana mengatur text saat laporan diprint dsb.
4. Pengembangan
Pekerjaan yang dilakukan di tahap pengembangan (development) adalah pemrograman. Pemrograman adalah pekerjaan menulis program komputer dengan bahasa pemrograman berdasarkan algoritma dan logika tertentu. orangnya disebut Programmer.
Dalam menulis program, programmer akan berpedoman pada desain yang dibuat oleh System Analyst, misalnya desain database, screen layout, report layout dan  desain diagram proses.
Saran untuk Programmer
a. Buatlah program flow sesederhana mungkn, demikian pula flow logic nya. Hindari trik-trik pemrograman yang tidak perlu. Hal ini paling sering dilakukan programmer pemula. sebuah program dikatakan baik bila dapat berfungsi sesuai dengan yang diharapkan dan program flow atau flow logicnya dapat dengan mudah dimengerti oleh programmer lainnya dan tidak diukur dari berapa jumlah baris source-code nya.
b. Hindari penggunaan hard code dalam program, yaitu memasukkan kode-kode tertentu yang bersifat absolut sehingga ketika sistem informasi akan diimplementasikan ke anak perusahaan lain, sistem tersebut menjadi tidak bisa digunakan.
c. Buatlah dokumentasi untuk setiap program yang terdiri atas dokumentasi dalam source code program dan berupa keterangan tentang flow logic program.
d. Buatlah standarisasi untuk program, misalnya nama program dan gaya penulisan program.
e. Buatlah library yang berisi kumpulan source  code , baik function, include, subroutine dan lain-lain yang dapat dipakai ulang.
f. Biasakan meletekkan source code di flow logic yang sesuai, misalnya perintah untuk mencari data diletakkan di flow logic data retrieval.
g. Jangan mulai menulis program sebelum program flow dan seluruh flow logic-nya dimengerti
5. Testing
Tak ada gading yang tak retak, sebuah peribahasa yang berarti tidak ada yang sempurna di dunia ini.Hal ini berlaku juga pada sistem informasi buatan manusia. oleh sebab itu, perlu suatu proses untuk menguji mutu sistem informasi . proses ini lazim disebut testing.
Testing adalah proses yang dibuat sedemikian rupa untuk mengidentifikasi ketidaksesuaian hasil sebuah sistem informasi dengan hasil yang diharapkan. ketidaksesuaian tersebut dapat berupa penyimpangan dari yang seharusnya(discrepancies) atau kesalahan proses (bug). Discrepancies disebabkan oleh perencanaan, analisa, dan desain yang tidak berjalan dengan baik, sedangkan bug disebabkan oleh pengembangan yang tidak benar. semakin besar dan kompleks sebuah sistem informasi , semakin besar pula kemungkinan memiliki discrepancies dan bug.
6. Implementasi
Implementasi adalah proses untuk menerapkan sistem informasi yang telah dibangun agar user menggunakannya menggantikan sistem informasi yang lama.
Proses Implementasi :
a. Memberitahu user
b. Melatih user
c. Memasang sistem (install system)
d. Entri/Konversi data
e. Siapkan user ID
7. Pengoperasian dan Pemeliharaan
Langkah Paling akhir adalah pengoperasian dan pemeliharaan.  selama sistem informasi beroperasi, terdapat beberapa pekerjaa rutin yang perlu dilakukan terhadap sistem informasi, antara lain :
a. System Maintenance
System Maintenance adalah pemeliharaan sistem informasi, baik dari segi hardware maupun software. System maintenance diperlukan agar sistem informasi dapat beroperasi dengan normal untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan.
b. Backup & Recovery
Sistem informasi yang baik harus mempunyai perencanaan backup dan recovery. Sistem informasi yang sedang beroperasi sewaktu-waktu dapat terganggu, misalnya oleh kerusakan perangkat keras (hardware), serangan virus, atau bencana alam.
Backup adalah kegiatan membuat duplikat program aplikasi dan database dari production Environtment ke dalam media lain seperti tape dan CD, sedangkan recovery adalah kebalikan dari backup, yaitu mengembalikan program aplikasi dan DBMS sebuah sistem informasi yang rusak ke keadaan semula dengan memakai data dari hasil backup.
c. Data Archive
Data-data sistem informasi yang tersimpan dalam database di harddisk disebut data on-line. seiring dengan berjalannnya waktu, data tersebut akan terus bertambah sehingga dapat menyebabkan harddisk penuh dan menurunkan kinerja DBMS.

System Thinking adalah suatu proses untuk memahami bagaimana satu individu dapat mempengaruhi individu lain atau komunitas tempat dia berada.
System Thinking terdiri dari
  • sistem input,
  • proses, output,
  • feedback,
  • control
  • component process.
Referensi: http://media.kompasiana.com/buku/2011/10/20/7-langkah-membangun-sistem-informasi/

E-BUSINESS AND E-COMMERCE SYSTEM

RESUME KSI 7
E-Bussiness and E-Commerce Systems

A.E- Bussiness
E-Bussiness : adalah segala macam sistem informasi yang digunakan untuk mendukung bisnis organisasi via network
Pengertian e-Businessataudefinisi e-business yang lain adalah kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dilakukan dengan menggunakan teknologi elektronik. E-business memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal secara lebih efisien dan fleksibel. E-business juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.

E-Bussiness market :
  • B2B (ex: e-procurement, ect)
  • B2C(ex: e-shop, e-malls,portalling,infomediaries)
  • C2C(ex: virtual community)

CRM(Customer Relationship Management)
CRM menggunakan teknologi untuk:
  • Menciptakan sistem perusahaan  yang lintas fungsional
  • Mengintegrasikan dan mengotomatisasi proses penjualan, pemasaran dan layanan pelanggan untuk berinteraksi dengan pelanggan
  • Menciptakan framework dari web-enabled software dan database yang terintegrasi dengan proses bisnis lainnya

CRM applications
Marketing and Fulfillment membantu para marketing professional menyelesaikan kampanye direct marketing
Customer Service and Support melengkapi para tenaga penjualan dengan software dan akses database ke database customer yang disediakan oleh bagian
Sales and marketing membantu untuk menciptakan, menentukan  dan mengontrol  serta mengendalikan permintaan pelayanan
Call center software membuat jalur panggilan ke agen customer support berdasarkan keterampilan dan jenis panggilan
Help desk software menyediakan data dan saran yang sesuai untuk memecahkan masalah bagi bagian customer service agar dapat membantu masalah pelanggan

B. E-Commerce
E-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan/perniagaan barang atau jasa (trade of goods and service) dengan menggunakan media elektronik.
E-Commerce technology:
  • Internet
  • Mobile technolog
  • Web architectures
  • Computer progamming
  • Data exchange
  • Multimedia
  • Search engine
  • Data mining
  • Inteligent agents
  • Access security
  • Cryptogenic security
  • Payment systems
Keuntungan e-commerce
  • Meningkatkan penjualan, yaitu dapat menjangkau daerah-daerah terpencil
  • Mengurangi biaya, tidak perlu mebuka toko (hanya tinggal duduk dan menunggu/being in space)
Kekurangan e-commerce
  • Security
  • Tidak dapat melihat barang(apabila ada cacatnya)


Jika diklasifikasikan, sistem e-commerce terbagi menjadi tiga tipe aplikasi, yaitu:

· Electronic Markets (EMs).

EMs adalah sebuah sarana yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk melakukan/menyajikan penawaran dalam sebuah segmen pasar, sehingga pembeli dapat membandingkan berbagai macam harga yang ditawarkan. Dalam pengertian lain, EMs adalah sebuah sistem informasi antar organisasi yang menyediakan fasilitas-fasilitas bagi para penjual dan pembeli untuk bertukar informasi tentang harga dan produk yang ditawarkan. Keuntungan fasilitas EMs bagi pelanggan adalah terlihat lebih nyata dan efisien dalam hal waktu. Sedangkan bagi penjual, ia dapat mendistribusikan informasi mengenai produk dan service yang ditawarkan dengan lebih cepat sehingga dapat menarik pelanggan lebih banyak.

· Electronic Data Interchange (EDI).

EDI adalah sarana untuk mengefisienkan pertukaran data transaksi-transaksi reguler yang berulang dalam jumlah besar antara organisasi-organisasi komersial.
Secara formal EDI didefinisikan oleh International Data Exchange Association (IDEA) sebagai “transfer data terstruktur dengan format standard yang telah disetujui yang dilakukan dari satu sistem komputer ke sistem komputer yang lain dengan menggunakan media elektronik”.
EDI sangat luas penggunaannya, biasanya digunakan oleh kelompok retail yang besar ketika melakukan bisnis dagang dengan para supplier mereka.
EDI memiliki standarisasi pengkodean transaksi perdagangan, sehingga organisasi komersial tersebut dapat berkomunikasi secara langsung dari satu sistem komputer yang satu ke sistem komputer yang lain tanpa memerlukan hardcopy, faktur, serta terhindar dari penundaan, kesalahan yang tidak disengaja dalam penanganan berkas dan intervensi dari manusia.
Keuntungan dalam menggunakan EDI adalah waktu pemesanan yang singkat, mengurangi biaya, mengurangi kesalahan, memperoleh respon yang cepat, pengiriman faktur yang cepat dan akurat serta pembayaran dapat dilakukan secara elektronik.

· Internet Commerce.

Internet commerce adalah penggunaan internet yang berbasis teknologi
informasi dan komunikasi untuk perdagangan. Kegiatan komersial ini seperti iklan dalam penjualan produk dan jasa. Transaksi yang dapat dilakukan di internet antara lain pemesanan/pembelian barang dimana barang akan dikirim melalui pos atau sarana lain setelah uang ditransfer ke rekening penjual.
Penggunaan internet sebagai media pemasaran dan saluran penjualan terbukti mempunyai keuntungan antara lain untuk beberapa produk tertentu lebih sesuai ditawarkan melalui internet; harga lebih murah mengingat membuat situs di internet lebih murah biayanya dibandingkan dengan membuka outlet retail di berbagai tempat; internet merupakan media promosi perusahaan
dan produk yang paling tepat dengan harga yang relatif lebih murah; serta pembelian melalui internet akan diikuti dengan layanan pengantaran barang sampai di tempat pemesan.


Karakteristik E-Commerce.

Berbeda dengan transaksi perdagangan biasa, transaksi e-commerce memiliki beberapa karakteristik yang sangat khusus, yaitu :

Transaksi tanpa batas
Sebelum era internet, batas-batas geografi menjadi penghalang suatu perusahaan atau individu yang ingin go-international. Sehingga, hanya perusahaan atau individu dengan modal besar yang dapat memasarkan produknya ke luar negeri.Dewasa ini dengan internet pengusaha kecil dan menengah dapat memasarkan produknya secara internasional cukup dengan membuat situs web atau dengan memasang iklan di situs-situs internet tanpa batas waktu (24 jam), dan tentu saja pelanggan dari seluruh dunia dapat mengakses situs tersebut dan melakukan transaksi secara on line.

Transaksi anonim
Para penjual dan pembeli dalam transaksi melalui internet tidak harus bertemu muka satu sama lainnya. Penjual tidak memerlukan nama dari pembeli sepanjang mengenai pembayarannya telah diotorisasi oleh penyedia sistem pembayaran yang ditentukan, yang biasanya dengan kartu kredit.

Produk digital dan non digital
Produk-produk digital seperti software komputer, musik dan produk lain yang bersifat digital dapat dipasarkan melalui internet dengan cara mendownload secara elektronik. Dalam perkembangannya obyek yang ditawarkan melalui internet juga meliputi barang-barang kebutuhan hidup lainnya.

Produk barang tak berwujud
Banyak perusahaan yang bergerak di bidang e-commercen dengan menawarkan barang tak berwujud separti data, software dan ide-ide yang dijual melalui internet.
Implementasi e-commerce pada dunia industri yang penerapannya semakin lama semakin luas tidak hanya mengubah suasana kompetisi menjadi semakin dinamis dan global, namun telah membentuk suatu masyarakat tersendiri yang dinamakan Komunitas Bisnis Elektronik (Electronic Business Community). Komunitas ini memanfaatkan cyberspace sebagai tempat bertemu, berkomunikasi, dan berkoordinasi ini secara intens memanfaatkan media dan infrastruktur telekomunikasi dan teknologi informasi dalam menjalankan kegiatannya sehari-hari. Seperti halnya pada masyarakat tradisional, pertemuan antara berbagai pihak dengan beragam kepentingan secara natural telah membentuk sebuah pasar tersendiri tempat bertemunya permintaan (demand) dan penawaran (supply). Transaksi yang terjadi antara demand dan supply dapat dengan mudah dilakukan walaupun yang bersangkutan berada dalam sisi geografis yang berbeda karena kemajuan dan perkembangan teknologi informasi, yang dalam hal ini adalah teknologi e-commerce.
Secara umum e-commerce dapat diklasifasikan menjadi dua jenis yaitu; Business to Business (B2B) dan Business to Consumer (B2C).
Business to Business (B2B) adalah sistem komunikasi bisnis on-line antar pelaku bisnis, sedangkan Business to Consumer (B2C) merupakan mekanisme toko on-line (electronic shopping mall), yaitu transaksi antara e-merchant dengan e-customer
Dalam Business to Business pada umumnya transaksi dilakukan oleh para trading partners yang sudah saling kenal dengan format data yang telah disepakati bersama. Sedangkan dalam Business to Customer sifatnya terbuka untuk publik, sehingga setiap individu dapat mengaksesnya melalui suatu web server. Dalam kajian ini, untuk selanjutnya yang akan dibahas adalah Business to
Customer.


Referensi: http://www.binushacker.net/definisi-ecommerce-e-commerce-www-kotadingin-cc-cc.html

Rabu, 14 November 2012

PMBOK : Fondasi Dasar Untuk Memahami Manajemen Proyek



Project integration management
Sembilan proses project integration management dapat menjelaskan bidang ilmu dan berbagai pengalaman praktis di manajemen proyek, dari sudut pandang komponen-komponen prosesnya. Proses-proses tersebut diorganisasikan menjadi sembilan bidang ilmu yang akan dijelaskan dibawah ini:

• Manajemen Lingkup Proyek, menjelaskan proses-proses yang dibutuhkan, agar dapat
dipastikan bahwa proyek telah mencakup seluruh pekerjaan yang benar-benar
dibutuhkan, agar proyek berhasil diselesaikan. Terdiri dari persiapan, perencanaan
lingkup, penetapan lingkup, verifikasi dan pengendalian perubahan lingkup.

• Manajemen Waktu Proyek, menjelaskan proses-proses yang dibutuhkan agar dapat
dipastikan proyek selesai tepat waktu. Terdiri dari penetapan aktifitas,
pengurutan aktifitas, perkiraan lama aktifitas, serta penyusunan dan pengendalian
jadwal.

• Manajemen Biaya Proyek, menjelaskan proses-proses yang dibutuhkan agar dapat
dipastikan proyek selesai, sesuai dengan anggaran yang disetujui. Terdiri dari
perencanaan sumber daya, perkiraan biaya, anggaran biaya dan pengendalian biaya.

• Manajemen Sumber Daya Manusia Proyek, menjelaskan proses-proses yang dibutuhkan
untuk menggunakan sumber daya manusia yang terlibat dalam proyek, secara paling
efektif. Terdiri dari perencanaan organisasi, perekrutan staff dan pembangunan tim
kerja.

• Manajemen Komunikasi Proyek, menjelaskan proses-proses yang dibutuhkan untuk dapat
dipastikan agar informasi proyek dapat dikumpulkan, disusun, disebar, dan
disimpan. Terdiri dari perencanaan komunikasi, distribusi informasi, pelaporan
kinerja, dan penyelesaian administratif.

• Manajemen Resiko Proyek, menjelaskan proses-proses yang berhubungan dengan
pengidentifikasian resiko, kuantifikasi resiko, penyusunan penanggulangan resiko
dan pengendalian penanggulangan resiko.

• Manajemen Pengadaan Proyek, menjelaskan proses-proses yang dibutuhkan untuk
menghasilkan barang atau jasa dari pihak lain. Terdiri dari perencanaan pengadaan,
perencanaan tata cara undangan ke peserta, rapat undangan peserta, pemilihan
peserta, pemilihan mitra, pelaporan serta administrasi kontrak kerja dan
penyelesaian kontrak.

• Manajemen Integrasi Proyek, menjelaskan berbagai proses yang dibutuhkan, agar
dapat dipastikan, berbagai elemen dari proyek dikoordinasikan dengan baik.
Manajemen integrasi terdiri dari pembuatan rencana proyek, pelaksanaan rencana
proyek dan pengendalian perubahaan secara keseluruhan.

Project Scope Management
Pengertian Project Scope Management
  • Scope mengacu pada semua pekerjaan yang terlibat didalam menciptakan produk-produk dari proyek dan proses yang digunakan untuk membuatnya.
  • Delivarable adalah produk yang diproduksi sebagai bagian dari proyek seperti perangkat keras, dokumen perencanaan, atau rapat.
  • Project Scope Management mencakup proses-proses yang terlibat dalam mendefinisikan dan mengendalikan apa yang tidak termasuk kedalam proyek.
Proses Projeck Scope Management
  • Scope planning : menentukan bagai mana ruang lingkup akan ditentukan, diperifikasi, dan dikendalikan.
  • Scope definition: menelaah project charter dan pernyataan ruang lingkup awal dan menambahkan informasi lebih lanjut sebagai persyaratan yang dikembangkan dan perubahan permintaan tersebut disetujui.
  • Membuat WBS:mengelompokkan penyampaian proyek besar menjadi lebih kecil, komponen lebih mudah ditangani.
  • Scope verivikasi : penerimaan mempormalkan ruang lingkup proyek.
  • Scope Control : Pengendalian perubahan ruang lingkup proyek.
Inisialisasi Proyek : Rencana strategis dan pemilihan proyek
  • Perencanaan strategis meliputi penentuan tujuan jangka panjang , memprediksi tren masa depan, dan proyeksi kebutuhan produk dan layanan baru.
  • Organisasi sering melakukan analisis SWOT.
  • Identifikasi proyek potensial.
  • Gunakan metode realistis untuk memilih proyek yang sedang dikerjakan.
  • Merumuskan inialisasi proyek dengan mengeluarkan project charter.
Mengapa perusahaan investasi pada IT
  • Hal ini sering sulit untuk memberikan justifikasi yang kuat untuk berbagai proyek IT. Tetapi semua orang setuju mereka memiliki nilai tinggi
  • Lebih baik menghitung mas karat dari pada menghitung sen dengan tepat.
  • Kriteria yang penting untuk proyek yaitu : ada kebutuhan untuk proyek tersebut seperti dana yang tersedia cukup dan dana yang kuat akan membuat proyek tersebut berhasil.
Identifikasi proyek potensial
  • Banyak organisasi mengikuti proses perencanaan untuk memilih proyek IT.
  • Sangat penting untuk menyelaraskan proyek IT dengan strategi bisnis.
  • Penelitian menunjukan bahwa mendukung tujuan bisnis eksplisit adalah nomor satu alas an dikutip untuk berfantasi dalam proyek IT
Metode pemilihan proyek
  • Biasanya tidak cukup waktu atau sumber daya untuk menerapkan semua proyek.
  • Metode untuk proyek-proyek memilih meliputi :
- Berfokus pada kebutuhan organisasi yang luas
- Kategorikan proyek tegnologi informasi
- Tunjukkan net present value atau analisis keuangan lainnya
- Menggunakan metode skor tertimbang
- Menerapkan balanced sorecard
Kategori proyek IT
  • Suatu kategorisasi menilai apakah proyek tersebut memberikan respon terhadap suatu masalah, kesempatan.
  • Kategorisasi lain adalah berdasarkan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan sebuah proyek atau tanggal dengan yang harus dilakukan.
  • Kategirisasi lain adalah prioritas keseluruhan proyek
PROJECT TIME MANAGEMENT
Mengatur waktu dalam penyelesaian project, termasuk di dalamnya waktu-waktu yang akan hilang dalam pengerjaan project.
  • activity definition
mendefinisikan aktifitas project kedalam jadwal pengerjaan project. Berdasarkan kebutuhan di setiap fase projectnya .jadi dalam proses ini kita harus lebih mendetailkan lagi aktifitas-aktifitas apa yang di butuhkan dalam perancangan pengerjaan project . terdapat beberapa fase tahapan pembagian tugas,  nah di setiap fase itulah yang harus di perjelas tentang apa saja aktifitas yang harus di lakukan, agar dalam aktifitas pengerjaan proyek ini berjalan dengan efisien .
  • Activity sequencing
Menyusun urutan aktivitas pekerjaan dan mendokumentasikannya.Setiap aktifitas harus di menaj sebaik mungkin, dan jangan lupa mendokumentasikannya karena dokumentasi sangat penting dalam pembuatan sebuah project
  • Activity resource estaming
Menghitung setiap tipe sumber daya yang dibutuhkan.Jadi kita harus dapat menganalisis sumber daya apa yang di butuhkan untuk membangaun project agar sesuai dengan yang di inginkan


  • activity duration estaming
menghitung waktu yang diperlukan untuk mentelesaikan setiap pekerjaan project yang harus di selesaikan setiap waktu. Harus di lakukan agar supaya waktu pengerjaan sesuai dengan perjanjian waktu project
  • schedule development
menganalisis urutan aktuvitas, waktu,kebutuhan sumber saya dengan jadwal pekerjaan project yang dudah di tetapkan.
  • schedule control
mengontrol setiap pengubah jadwal project. Harus bertindak cepat dengan menyesuaikan jadwal-jadwal lainya agar tidak terjadi lost time.

Project Quality Management

Project Quality Mangement

Manajemen Mutu Proyek adalah salah satu proses yang paling penting dalam Siklus Hidup untuk menentukan proyek ini di trek. Pengujian dilakukan selama proses mutu harus peta secara langsung ke persyaratan. Jika tidak, proses tersebut perlu dikaji ulang. Kualitas proses mencakup semua kegiatan organisasi melakukan yang menentukan kebijakan kualitas, tujuan, dan tanggung jawab sehingga proyek akan memenuhi kebutuhan yang dilakukan. It menerapkan sistem manajemen mutu melalui kebijakan, prosedur, dan proses perencanaan mutu, jaminan mutu, dan kontrol kualitas, dengan kegiatan perbaikan proses yang berkesinambungan yang dilakukan sepanjang, yang sesuai. Manajemen Mutu sering dikelola manajer lain dan perawatan harus diambil untuk memastikan proyek Anda memiliki sumber daya rekayasa kualitas yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan itu. Itulah salah satu alasan saya harus sangat ketat tentang membuat hubungan baik dengan semua orang dalam tim proyek. Ini berlaku ganda ketika sumber daya Anda berada dalam organisasi matriks dan tidak melapor kepada Anda.
Kualitas Perencanaan: mengidentifikasi standar kualitas yang relevan dengan proyek dan menentukan bagaimana untuk memuaskan mereka.
Lakukan Jaminan Kualitas: menerapkan, kegiatan yang direncanakan kualitas sistematis untuk memastikan bahwa proyek tersebut mempekerjakan semua proses yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan.
Lakukan Quality Control: hasil pemantauan proyek tertentu untuk menentukan apakah mereka sesuai dengan standar mutu yang relevan dan mengidentifikasi cara untuk menghilangkan penyebab kinerja tidak memuaskan.
Proses ini berinteraksi satu sama lain dan dengan proses di Wilayah Pengetahuan lain juga. Setiap proses dapat melibatkan usaha dari satu atau lebih orang atau kelompok orang berdasarkan kebutuhan proyek. Setiap proses terjadi setidaknya sekali dalam setiap proyek dan terjadi pada satu atau lebih fase proyek, jika proyek ini dibagi menjadi fase. Meskipun proses yang disajikan di sini sebagai elemen diskrit dengan baik-didefinisikan antarmuka, dalam praktiknya mereka mungkin tumpang tindih dan berinteraksi dengan cara yang tidak rinci di sini.
Pendekatan dasar untuk manajemen mutu diuraikan dalam bagian ini dimaksudkan agar kompatibel dengan Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO). Pendekatan umum juga harus kompatibel dengan pendekatan proprietary untuk manajemen mutu seperti yang direkomendasikan oleh Deming, Juran, Crosby dan orang lain, dan pendekatan non-eksklusif seperti Total Quality Management (TQM), Six Sigma, Mode Kegagalan dan Analisis Efek, Desain review, Suara Pelanggan, Biaya Kualitas (coq), dan Continuous Improvement.
Proyek Manajemen Mutu harus mengatasi manajemen proyek dan produk dari proyek. Sementara Proyek Manajemen Mutu berlaku untuk semua proyek, terlepas dari sifat produk mereka, tindakan kualitas produk dan teknik yang khusus untuk jenis tertentu dari produk yang dihasilkan oleh proyek tersebut.
Sebagai contoh, kualitas produk perangkat lunak manajemen memerlukan pendekatan yang berbeda dan ukuran dari pembangkit listrik tenaga nuklir, sedangkan pendekatan Kualitas Manajemen Proyek berlaku untuk keduanya. Dalam kedua kasus, kegagalan untuk memenuhi persyaratan kualitas dalam dimensi dapat memiliki konsekuensi negatif yang serius untuk setiap atau semua dari stakeholder proyek. Sebagai contoh:
• Memenuhi persyaratan pelanggan dengan lembur tim proyek dapat menghasilkan konsekuensi negatif dalam bentuk gesekan karyawan meningkat, kesalahan tidak berdasar, atau ulang
• Rapat tujuan proyek dengan terburu-buru jadwal pemeriksaan kualitas yang direncanakan dapat menghasilkan konsekuensi negatif ketika kesalahan tidak terdeteksi.
Kualitas adalah “sejauh mana seperangkat karakteristik yang melekat memenuhi persyaratan”. Kebutuhan yang dinyatakan dan tersirat adalah masukan untuk persyaratan proyek berkembang. Elemen penting dari manajemen mutu dalam konteks proyek adalah untuk mengubah kebutuhan stakeholder, keinginan, dan harapan ke dalam persyaratan melalui Analisis Stakeholder, yang dilakukan selama Lingkup Manajemen Proyek.
Kualitas dan kelas tidak sama. Grade kategori ditugaskan untuk produk atau jasa yang memiliki penggunaan fungsional yang sama tapi karakteristik teknis yang berbeda. Rendahnya kualitas selalu menjadi masalah; kelas rendah mungkin tidak. Sebagai contoh, sebuah produk perangkat lunak dapat kualitas yang tinggi (tidak ada cacat jelas, petunjuk dibaca) dan kelas rendah (sejumlah fitur yang terbatas), atau berkualitas rendah (banyak cacat, dokumentasi pengguna kurang terorganisir) dan kelas tinggi (banyak fitur) . Manajer proyek dan tim manajemen proyek bertanggung jawab untuk menentukan dan memberikan tingkat yang diperlukan, baik kualitas dan kelas.
Presisi dan akurasi yang tidak setara. Presisi adalah konsistensi bahwa nilai pengukuran berulang terkumpul dan telah menyebar sedikit. Akurasi adalah benar bahwa nilai diukur sangat dekat dengan nilai sebenarnya. Pengukuran yang tepat tidak selalu akurat. Sebuah pengukuran yang sangat akurat tidak selalu tepat. Tim manajemen proyek harus menentukan berapa banyak akurasi / presisi atau keduanya diperlukan.
Kepuasan pelanggan: Memahami, mengevaluasi, mendefinisikan, dan mengelola ekspektasi pelanggan sehingga persyaratan terpenuhi. Hal ini memerlukan kombinasi dari kesesuaian dengan persyaratan (proyek harus menghasilkan apa kata itu akan menghasilkan) dan kesesuaian untuk digunakan (produk atau jasa harus memenuhi kebutuhan riil).
• Pencegahan lebih dari inspeksi: Biaya mencegah kesalahan umumnya jauh lebih sedikit daripada biaya mengoreksi mereka, seperti diungkapkan oleh inspeksi. Dikatakan bahwa biaya bug meningkat secara eksponensial sebagai proyek mencapai penyelesaian. Pikirkan berapa banyak lagi masalah biaya jika mencapai lapangan dan rilis baru harus diproduksi untuk memperbaikinya. Hal ini tidak hanya biaya dalam dolar jelas, tetapi juga dalam reputasi perusahaan memberikan produk, terutama di toko-toko yang berjalan 24 * 7.
• Tanggung jawab Manajemen: Kesuksesan membutuhkan partisipasi dari semua anggota tim, tapi tetap tanggung jawab manajemen untuk menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk berhasil.
• Terus ditingkatkan: Rencana-do-check-tindakan siklus adalah dasar untuk peningkatan kualitas (seperti yang didefinisikan oleh Shewhart dan dimodifikasi oleh Deming, di Buku Pegangan ASQ, halaman 13-14, American Society for Quality, 1999). Selain itu, inisiatif peningkatan kualitas yang dilakukan oleh organisasi yang melakukan, seperti TQM dan Six Sigma, dapat meningkatkan kualitas manajemen proyek serta kualitas produk proyek. Proses perbaikan meliputi model Malcolm Baldrige, CMM ®, dan CMMISM.
Biaya kualitas mengacu pada total biaya dari semua upaya yang berhubungan dengan kualitas.
Keputusan proyek dapat mempengaruhi biaya operasional kualitas sebagai akibat dari pengembalian produk, klaim garansi, dan kampanye ingat. Namun, sifat sementara dari proyek berarti bahwa investasi dalam peningkatan kualitas produk, terutama pencegahan cacat dan penilaian, sering dapat ditanggung oleh organisasi memperoleh, bukan proyek, karena proyek tidak dapat bertahan cukup lama untuk menuai hasilnya.
Analisis Biaya-Manfaat: Kualitas perencanaan harus mempertimbangkan biaya-manfaat timbal balik. Manfaat utama dari memenuhi persyaratan kualitas pengerjaan ulang kurang, yang berarti produktivitas yang lebih tinggi, biaya rendah, dan kepuasan pemangku kepentingan meningkat. Biaya utama dari memenuhi persyaratan kualitas adalah biaya yang terkait dengan kegiatan Manajemen Kualitas Proyek.
Pembandingan:
Pembandingan melibatkan membandingkan praktek proyek yang sebenarnya atau direncanakan untuk orang-orang dari proyek-proyek lain untuk menghasilkan ide-ide untuk perbaikan dan untuk memberikan dasar yang digunakan untuk mengukur kinerja. Proyek-proyek lain dapat melakukan dalam organisasi atau di luar itu, dan dapat dalam yang sama atau di daerah lain aplikasi.
Desain Eksperimen:
Desain eksperimen (DOE) adalah metode statistik yang membantu mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi variabel tertentu dari suatu produk atau proses dalam pengembangan atau produksi. Ini juga memainkan peran dalam optimasi produk atau proses. Pikirkan metode ilmiah.
Contohnya adalah di mana organisasi dapat menggunakan DOE untuk mengurangi sensitivitas kinerja produk untuk sumber-sumber variasi yang disebabkan oleh perbedaan lingkungan atau manufaktur. Aspek yang paling penting dari teknik ini adalah bahwa ia menyediakan kerangka kerja statistik untuk secara sistematis mengubah semua faktor penting, bukannya mengubah salah satu faktor pada suatu waktu. Analisis data eksperimen harus menyediakan kondisi yang optimal untuk produk atau proses, menyoroti faktor-faktor yang mempengaruhi hasil, dan mengungkapkan adanya interaksi dan synergisms antara faktor. Sebagai contoh, desainer otomotif menggunakan teknik ini untuk menentukan kombinasi dari suspensi dan ban akan menghasilkan hasil yang paling diinginkan dalam waktu tertentu.
Biaya Kualitas (coq):
Biaya kualitas adalah biaya total yang dikeluarkan oleh investasi dalam mencegah ketidaksesuaian dengan persyaratan, menilai produk atau layanan untuk kesesuaian dengan persyaratan, dan gagal untuk memenuhi persyaratan (ulang). Biaya Kegagalan sering dikategorikan menjadi internal dan eksternal. Biaya kegagalan juga disebut biaya kualitas yang buruk.
Perencanaan Kualitas Peralatan tambahan
Alat perencanaan kualitas lainnya juga sering digunakan untuk membantu mendefinisikan situasi yang lebih baik dan membantu merencanakan kegiatan manajemen mutu yang efektif. Ini termasuk diagram afinitas brainstorming,, analisis medan kekuatan, teknik kelompok nominal, diagram matriks, flowchart, dan matriks prioritas.
Project Procurement Management (Manajemen Pengadaan)


Pengertian dan pentingnya Project Procurement
Management.



Sampai saat ini, pengadaan ini merupakan komponen, perlu, tetapi jarang dirayakan perusahaan multinasional. Tapi zaman telah berubah: ini hari, pengadaan organisasi dalam perusahaan memainkan peran penting dalam keberhasilan perusahaan global dengan cara yang kuno manajer pembelian tak pernah membayangkan. Dalam laporan podcast khusus, fakultas Wharton dan ahli pengadaan di The Boston Consulting Group membahas mengapa fungsi pengadaan telah meningkat menjadi menonjol seperti dalam lingkungan global yang sangat kompetitif, dan bagaimana, sebagai pasokan komoditas kritis dan memperketat kenaikan harga, perusahaan dapat menyusun strategi untuk mengurangi ini dan risiko lainnya. 


Proses Project Procurement Management.



Ini Manajemen Pengadaan proses akan membantu Anda untuk membeli barang dan jasa dari pemasok eksternal.Ini memberi Anda proses pengadaan lengkap danprosedur pengadaan, yang menjelaskan langkah-demi-langkah, bagaimana untuk membeli dari pemasok.Anda akan belajar bagaimana untuk mengeluarkan Purchase Order, menerima dan menyetujui pengiriman, mendukung pembayaran pemasok dan mengelola pemasok terhadap kontrak mereka.

Proses pengadaan juga akan membantu Anda untuk:
·         Identifikasi barang dan jasa untuk mendapatkan
·         Lengkapi Pembelian Pesanan dan masalah kepada pemasok
·         Menyepakati kerangka waktu pengiriman dan metode
·         Menerima barang dan jasa dari pemasok
·         Review dan menerima barang-barang dibeli
·         Menyetujui pembayaran pemasok

Proses Manajemen Pengadaan ini akan memungkinkan Anda untuk:
·         Identifikasi tonggak kontrak pemasok
·         Tinjauan kinerja pemasok terhadap kontrak
·         Mengidentifikasi dan memecahkan masalah kinerja pemasok
·         Komunikasikan status untuk manajemen
Pengadaan barang dan jasa dari pemasok eksternal dapat menjadi jalan penting untuk banyak proyek. Seringkali, kinerja pemasok akan merefleksikan kinerja tim proyek secara keseluruhan. Ini karena itu penting bahwa Anda mengelola kinerja pemasok Anda dengan hati-hati, untuk memastikan bahwa mereka menghasilkan kiriman yang memenuhi harapan Anda.
Proses Manajemen Pengadaan ini akan membantu Anda melakukan ini untuk mendapatkan hasil maksimal dari hubungan eksternal Anda pemasok.

Rencana Procurement, alat dan teknik.
Ada berbagai macam alat perencanaan strategis yang tersedia - dalam pendekatan dasarnya mental dan prosedur untuk menerapkan untuk mengembangkan rencana strategis yang efektif.Kami sudah menjelaskan beberapa istilah dalam dan bagian definisi dari perencanaan ini pengetahuan strategis, sehingga beberapa dari mereka akan menjadi duplcated sini.
Perlu diketahui bahwa banyak alat-alat perencanaan strategis tumpang tindih, jadi jika Anda sedang mengatur proses perencanaan strategis Anda, jangan merasa Anda perlu menggunakan semua dari mereka, atau bahkan banyak dari mereka. Gunakan alat perencanaan strategis yang tampaknya masuk akal bagi Anda, DAN, alat yang Anda merasa Anda benar-benar mengerti.


Penyelesaian kontrak.

Definisi Metode Kontrak Selesai 

Metode kontrak selesai juga dikenal sebagai metode penyelesaian kontrak adalah bentuk pengakuan pendapatan yang digunakan untuk akuntansi berbasis proyek seperti konstruksi. Metode kontrak selesai dari catatan akuntansi pendapatan yang diperoleh pada semua proyek dalam periode ketika proyek selesai. 

Project Risk Management
Pengertian Manajemen
Dalam mengartikan dan mendefinisikan manajemen ada berbagai ragam, ada yang mengartikan dengan ketatalaksanaan, manajemen, manajemen pengurusan dan lain se- bagainya. Bila dilihat dari literatur-literatur yang ada, pengertian manajemen dapat dilihat dari tiga pengertian:

1. manajemen sebagai suatu proses.
2. manajemen sebagai suatu kolektivitas manusia
3. manajemen sebagai ilmu (science) dan sebagai seni (art).
 
Manajemen sebagai suatu proses, melihat bagai mana cara orang untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Pengertian manajemen sebagai suatu proses dapat dilihat dari pengertian menurut :
1. Encylopedia of The Social Science, yaitu suatu proses dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu dilaksanakan dan diawasi.
2. Haiman, manajemen yaitu fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui kegiatan orang lain, mengawasi usaha-usaha yang dilakukan individu untuk mencapai tujuan.
3. Georçv R. Terry, yaitu cara pencapaian tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu dengan melalui kegiatan orang lain.
 
Manajemen suatu kolektivitas yaitu merupakan suatu kumpulan dari orang-orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama. Kolektivitas atau kumpulan orang-orang inilah yang disebut dengan manajemen, sedang orang yang bertanggung jawab terhadap terlaksananya suatu tujuan atau berjalannya aktivitas manajemen disebut manajer.
Manajemen sebagai suatu ilmu dan seni, melihat bagaimana aktivitas manajemen dihubungkan dengan prinsip-prinsip dari manajemen. Pengertian manajemen sebagai suatu ilmu dan seni dari :
1. Chaster I Bernard dalam bukunya yang berjudul JTAe^Bnctíon of the Executive, bahwa manajemen yaitu seni dan ilmu, juga Henry Fajol, Alfin Brown Harold, Koontz Cyril O’donnel dan GerQge K Terry.
2. Marry Parker FoUett menyatakan bahwa manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.
 
Dari devinisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen yaitu koordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu


Manajemen Risiko
Manajemen risiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu. Manajemen risiko tradisional terfokus pada risiko-risiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum. Manajemen risiko keuangan, di sisi lain, terfokus pada risiko yang dapat dikelola dengan menggunakan instrumen-instrumen keuangan.

Sasaran dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan politik. Di sisi lain pelaksanaan manajemen risiko melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya, bagi entitas manajemen risiko (manusia, staff, dan organisasi).

Kegiatan proyek biasanya dilakukan untuk berbagai bidang antara lain sebagai berikut:

* Perbaikan fasilitas yang sudah ada. Merupakan kelanjutan dan usaha yang sudah ada sebelumnya. Artinya sudah ada kegiatan sebelumnya, namun perlu dilakukan tambahan atau perbaikan yang diinginkan
* Pembangunan fasilitas baru. Artinya merupakan kegiatan yang benar-benar baru dan belum pernah ada sebelumnya, sehingga ada penambahan usaha baru..
* Penelitian dan pengembangan. Merupakan kegiatan penelitian yang dilakukan untuk suatu fenomena yang muncul di masyarakat, lalu dikembangkan sedemikian rupa sesuai dengan tujuan yang diharapkan.


Resiko merupakan bentuk keadaan ketidakpastian tentang suatu keadaan yang akan terjadi nantinya (future) dengan keputusan yang diambil berdasarkan berbagai pertimbangan pada saat ini. Manajemen resiko adalah proses pengukuran atau penilaian resiko serta pengembangan strategi pengelolaannya.


Jenis Resiko Teknologi :

- Komponen file tidak lengkap
- Sistem operasi tidak kompatibel, device tidak dikenal
- Perangkat keras tidak mendukung (mis: resolusi monitor, resolusi printer)
- Spesifikasi tidak memenuhi
- Kualitas Network dibawah standar kebutuhan
- Browser, software tidak memenuhi

Defenisi konseptual mengenai resiko : (Robert Charette)
1. Resiko berhubungan dengan kejadian di masa yg akan datang.
2. Resiko melibatkan perubahan (spt. perubahan pikiran, pendapat, aksi, atau tempat)
3. Resiko melibatkan pilihan & ketidakpastian bahwa pilihan itu akan dilakukan.

Strategi Resiko Reaktif vs Proaktif
Strategi reaktif memonitor proyek terhadap kemungkinan resiko.
Sumber2 daya dikesampingkan, padahal seharusnya sumber2 daya menjadi masalah yang sebenarnya / penting. Strategi proaktif dimulai sebelum kerja teknis diawali. Resiko potensial diidentifikasi, probabilitas & pengaruh proyek diperkirakan, dan diprioritaskan menurut kepentingan, kemudian membangun suatu rencana untuk manajemen resiko. Sasaran utama adalah menghindari resiko.
Resiko Perangkat Lunak
Karakteristik resiko :
1. Ketidakpastian
2. Kerugian
Kategori resiko :
• Resiko proyek
• Resiko teknis
• Resiko bisnis
Rekayasa Perangkat Lunak Bab 6 Halaman 2
Kategori resiko oleh Robert Charette :
• Resiko yang sudah diketahui
• Resiko yang dapat diramalkan
• Resiko yang tidak diharapkan

@ Resiko proyek
Resiko proyek mengancam rencana proyek. Bila resiko proyek menjadi kenyataan maka ada kemungkinan jadwal proyek akan mengalami slip & biaya menjadi bertambah. Resiko proyek mengidenifikasi :
- biaya – sumber daya
- jadwal – pelanggan
- personil (staffing & organisasi) – masalah persyaratan

@ Resiko teknis
Resiko teknis mengancam kualitas & ketepatan waktu PL yg akan dihasilkan. Bila resiko teknis menjadi kenyataan maka implementasinya menjadi sangat sulit atau tidak mungkin.
Resiko teknis mengidentifikasi :
- desain potensial – ambiquitas
- implementasi – spesifikasi
- interfacing – ketidakpastian teknik
- verivikasi – keusangan teknik
- masalah pemeliharaan – teknologi yg leading edge

@ Resiko bisnis
Resiko bisnis mengancam viabilitas PL yg akan dibangun. Resiko bisnis membahayakan proyek atau produk.
Rekayasa Perangkat Lunak Bab 6 Halaman 3

resiko bisnis utama :
1. pembangunan produk atau sistem yg baik sebenarnya tdk pernah diinginkan oleh setiap orang (resiko pasar)
2. pembangunan sebuah produk yg tidak sesuai dgn keseluruhan strategi bisnis bagi perusahaan (resiko strategi)
3. Pembangunan sebuah produk dimana sebuah bagian pemasaran tidak tahu bagaimana harus menjualnya.
4. Kehilangan dukungan manajemen senior sehubungan dg perubahan pd fokus atau perubahan pd manusia (resiko manajemen)
5. Kehilangan hal2 yg berhubungan dgn biaya atau komitmen personal (resiko biaya).

@ Resiko yg sudah diketahui adalah resiko yg dpt diungkap setelah dilakukan evaluasi secara hati2 terhadap rencana proyek, bisnis, & lingkungan teknik dimana proyek sedang dikembangkan, dan sumber informasi reliable lainnya.
seperti :
- tgl penyampaian yg tdk realitas
- kurangnya persyaratan yg terdokumentasi
- kurangnya ruag lingkup PL
- lingkungan pengembangan yg buruk

@ Resiko yg dapat diramalkan diekstrapolasi dari pengalaman proyek sebelumnya.
Misalnya :
- pergantian staf
- komunikasi yg buruk dgn para pelanggan
- mengurangi usaha staff bila permintaan pemeliharaan
sedang berlangsung dilayani
Rekayasa Perangkat Lunak Bab 6 Halaman 4

@ Resiko yg tidak diharapkan
resiko ini dapat benar-benar terjadi, tetapi sangat sulit untuk diidentifikasi sebelumnya.
Identifikasi Resiko Identifikasi resiko dalah usaha sistematis untuk menentukan ancaman terhadap rencana proyek. Tujuan identifikasi resiko : untuk menghindari resiko bilamana mungkin, serta menghindarinya setiap saat diperlukan.
Tipe resiko :
1. resiko generic merupakan ancaman potensial pd setiap proyek PL.
2. resiko produk spesifik hanya dapat diidentifikasi dgn pemahaman khusus mengenai teknologi, manusia, serta lingkungan yg spesifik terhadap proyek yg ada.
Metode untuk mengidentifikasi resiko adalah menciptakan checklist item resiko.
Kategori checklist item resiko :
o resiko ukuran produk
o resiko yg mempengaruhi bisnis
o resiko yg dihubungkan dgn karakteristik pelanggan
o resiko definisi proses
o resiko teknologi yang akan dibangun
o resiko lingkungan pengembangan
o resiko yg berhubungan dgn ukuran dan pengalaman staf Rekayasa Perangkat Lunak Bab 6 Halaman 5

@ Resiko ukuran produk
Resiko yg berhubungan dgn keseluruhan ukuran PL yg akan dibangun atau dimodifikasi.
Checklist item resiko yg berhubungan dgn ukuran produk (PL) :
• ukuran produk diperkirakan dalam LOC atau FP ?
• tingkat kepercayaan dlm estimasi ukuran yg diperkirakan ?
• ukuran produk yg diestimasi dalam jumlah program, file, transaksi ?
• presentase deviasi dalam ukuran produk dari rata2 produk terakhir ?
• ukuran database yg dibuat atau digunakan oleh produk ?
• jumlah pemakai produk ?
• jumlah perubahan yg diproyeksikan ke persyaratan produk ? sebelum produk ? setelah penyampaian ?
• jumlah PL yg digunakan kembali ?
Bila persentasie deviasi besar atau deviasinya sama, tetapi hasil yg lalu sangat kurang dari yg diharapkan, maka resikonya tinggi.

@ Resiko yg mempengaruhi bisnis
Resiko yg berhubungan dengan batasan yg dibebankan oleh manajemen atau pasar.
Bagian pemasaran dikendalikan oleh pertimbangan bisnis, dan pertimbangan bisnis kadang mengalami konflik langsung dengan kenyataan teknis.
Checklist item resiko yg berhubungan dgn pengaruh bisnis :
Rekayasa Perangkat Lunak Bab 6 Halaman 6 Pengaruh produk terhadap hasil perusahaan ?
• Visibilitas produk terhadap manajemen senior ?
• Kelayakan deadline penyampaian ?
• Jumlah pelanggan yg akan menggunakan produk & konsistensi
• kebutuhan relatif mereka dengan produk tersebut ? Jumlah produk / sistem lain dgn apa produk ini harus dapat saling dioperasikan ?
• Kepintaran pemakai akhir ?
• Jumlah dan kualitas dokumentasi produk yg harus diproduksi & disampaikan kepada pelanggan ?
Batasan pemerintahan pada konstruksi produk ?
• Biaya yg berhubungan dgn penyampaian yg terlambat ?
• Biaya yg berhubungan dgn produk defektif ?
• Bila ada persentase deviasi yang besar atau jika jumlahnya sama, tetapi hasil sebelumnya sangat kurang dari yg diharapkan, maka resiko tinggi.

@ Resiko yg dihubungkan dgn karakteristik pelanggan
Resiko yg berhubungan dengan kepintaran pelanggan & kemampuan pengembang untuk berkomunikasi dgn pelanggan dgn cara yg cepat.
Karakteristik pelanggan :
- Pelanggan mempunyai keinginan yg berbeda.
- Pelanggan memiliki kepribadian yg berbeda.
- Pelanggan memiliki hubungan yg bervariasi dgn pemasok.
- Pelanggan juga kadang-kadang bertentangan.
Karakteristik pelanggan mempengaruhi kemampuan tim PL untuk menyelesaikan suatu proyek tepat waktu & sesuai anggaran.
Rekayasa Perangkat Lunak Bab 6 Halaman 7 Checklist item resiko yg berhubungan dgn karakteristik pelanggan:
• Pernahkah anda sebelumnya bekerja dengan pelanggan ?
• Apakah pelanggan memiliki gagasan yg solid mengenai apa yg diperlukannya ? sudahkah pelanggan menggunakan waktunya untuk menuliskannya ?
• Apakah pelanggan akan setuju dgn penggunaan waktu didalam pertemuan pengumpulan persyaratan formal (bab 11) utk mengidentifikasi ruang lingkup proyek ?
• Apakah pelanggan bersedia membangun sambungan komunikasi cepat dgn pengembang ?
• Apakah pelanggan bersedia berpartisipasi dalam kajian ?
• Apakah pelanggan secara teknis pandai dlm area produk tsb?
• Apakah pelanggan bersedia membiarkan orang2 melakukan pekerjaan mereka ?
• Apakah pelanggan memahami proses perangkat lunak tsb ?
Bila setiap jawaban dari pertanyaan diatas adalah ‘tidak’, maka investigasi lebih jauh harus dilakukan utk memperkirakan potensi resiko.

@ Resiko definisi proses
Bila kualitas merupakan sebuah konsep yg disetujui sbg hal yg penting tetapi tidak tidak ada yg berintdak untuk mencapainya dengan cara yg dapat yg dilakukan, maka proyek tersebut beresiko.
Masalah-masalah proses
• Apakah manajemen senior anda mendukung suatu pernyataan kebijaksanaan yg menekankan pentingnya suatu proses standar untuk pengembangan proses ?
• Sudahkah organisasi anda mengembangkan suatu diskripsi tertulis mengenai proses PL yg akan digunakan pd proyek ini ?
Rekayasa Perangkat Lunak Bab 6 Halaman 8
• Apakah anggota2 staf ‘ditugasi’ ke proses PL pd saat PL didokumentasi & bersedia menggunakannya ?
• Apakah proses PL digunakan untuk proyek lain ?
• Sudahkah organisasi anda mengembangkan atau mendapatkan serangkaian serangkaian kursus pelatihan RPL bagi para manajer dan staf teknik ?
• Apakah standar RPL yg diterbitkan disediakan utk setiap pengembang PL & manajer PL ?
• Sudahkah dokumen outline & contoh2 dikembangkan untuk semua yg ditentukan sebagai bagian yg dapat disampaikan sebagai bagian dari proses PL ?
• Apakah kajian teknis formal terhadap spesifikasi persyaratan, desain, dan kode dilakukan secara reguler ?
• Apakah kajian teknis formal terhadap prosedur pengujian & test case dilakukan secara reguler ?
• Apakah hasil dari masing2 kajian teknis formal didokumentasikan, termasuk kesalahan yg ditemukan & sumber daya yg digunakan ?
• Apakah mekanisme utk memastikan bahwa kerja yg dilakukan pd suatu proyek sesuai dengan standar RPL ?
• Apakah manajemen konfigurasi digunakan utk memelihara konsistensi diantara _ystem/persyaratan PL, desain, kode, dan test case ?
• Apakah digunakan suatu mekanisme utk mengontrol perubahan ke persyaratan pelanggan yg mempengaruhi PL ?
• Adakah pernyataan mengenai kerja, spesifikasi persyaratan pelanggan, dan rencana pengembangan PL yg didokumentasikan untuk masing2 subkontrak ?
• Apakah ada prosedur untuk menelusuri & mengkaji kinerja subkontrak ?
Masalah-masalah teknis
Rekayasa Perangkat Lunak Bab 6 Halaman 9
• Apakah digunakan teknik spesifikasi aplikasi untuk membantu komunikasi diantara pelanggan & pengembang ?
• Apakah metode spesifik digunakan untuk analisis PL ?
• Apakah anda melihat suatu metode spesifik untuk data & desain arsitektur ?
• Apakah lebih dari 90% dari kode anda ditulis dgn bahasa orde yg lebih tinggi ?
• Apakah konvensi spesifik utk dokumentasi kode didefinisikan & digunakan ?
• Apakah anda menggunakan metode spesifik utk desain test case?
• Apakah digunakan peranti PL utk mendukung perencanaan & aktivitas penelusuran ?
• Apakah digunakan peranti PL manajemen konfigurasi utk me-ngontrol & menelusuri aktivitas perubahan diseluruh proses PL ?
• Apakah digunakan peranti PL utk mendukung analisis PL & desain proses ?
• Apakah digunakan peranti utk menciptakan prototipe PL ?
• Apakah digunakan peranti PL utk mendukung proses pengujian ?
• Apakah peranti PL digunakan utk mendukung produksi dan manajemen dokumentasi ?
• Apakah metrik kualitas dikumpulkan bagi semua proyek PL ?
• Apakah metrik produktivitas dikumpulkan bagi semua proyek PL?
Bila mayoritas jawaban terhadap pertanyaan tsb adalah `tidak`, maka proses PL lemah dan berisiko tinggi.

@ Resiko teknologi yang akan dibangun
Rekayasa Perangkat Lunak Bab 6 Halaman 10
Resiko yg berhubungan dgn kompleksitas sistem yg akan dibangun dan `kebaruan` teknologi yg dikemas oleh system. Checklist item resiko yg berhubungan dengan teknologi yg akan dibangun :
• Apakah teknologi yg akan dibangun adalah hal yg baru untuk organisasi anda?
• Apakah persyaratan pelanggan memerlukan kreasi algoritma baru atau teknologi input atau output?
• Apakah PL berinterface dgn perangkat keras baru atau belum terbukti?
• Apakah PL yg akan dibangun ber-interace dgn produk PL yg dipasok oleh vendor yg belum terbukti?
• Apakah PL yg akan dibangun ber-interface dgn suatu system database yg fungsi kinerjanya belum dibuktikan di dalam area aplikasi ini?
• Apakan diperlukan interface pemakai khusus oleh persyaratan produk?
• Apakah persyaratan untuk produk memerlukan kreasi komponen program yg tidak sama dengan yg dikembangkan terakhir oleh organisasi anda?
• Apakah persyarata memerlukan pemakaian analisis, desain atau metode pengujian baru?
• Apakah persyaratan memerlukan metode pengembangan PL tdk konvensional, spt metode formal, pendekatan Al-based dan jaringan syaraf buatan?
• Apakah persyaratan meletakkan batasan kinerja yg eksesif pada produk tersebut?
• Apakah pelanggan tidak yakin pada fungsionalitas yg diminta dapat ’dilakukan’?
Bila jawaban dari pertanyaan2 di atas adalah ’ya’, penyelidikan lebih lanjut harus dilakukan untuk memperkirakan risiko potensial.
Rekayasa Perangkat Lunak Bab 6 Halaman 11

@ Resiko lingkungan pengembangan
Resiko yg berhubungan dgn keberadaan & kualitas peranti yg akan digunakan untuk membangun produk. Lingkungan proses PL mendukung tim proyek, proses dan produk.
Lingkungan yg salah dapat menjadi sumber resiko yg penting.
Checklist item resiko yg berhubungan dengan lingkungan
pengembangan :
• Apakah peranti manajemen proyek dapat diperoleh?
• Apakah peranti manajemen proses dapat diperoleh?
• Apakah peranti untuk analisis dan desain dapat diperoleh?
• Apakah peranti analisis dan desain penyampaian metode sesuai bagi produk yg akan dibangun?
• Apakah kompiler atau generasi kode dapat diperoleh dan sesuai untuk produk yg akan dibangun?
• Apakah peranti pengujian dapat diperoleh dan sesuai untuk produk yg akan dibangun?
• Apakah peranti manajemen konfigurasi PL dapat diperoleh?
• Apakah lingkungan menggunakan suatu database atau tempat penyimpanan?
• Apakah semua peranti PL dapat diintegrasikan satu dgn lainnya?
• Sudahkah anggota tim proyek menerima pelatihan dgn masing2 peranti?
• Apakah ada pakar lokal untuk menjawab pertanyaan2 mengenai peranti tersebut?
• Apakah bantuan dan dokumentasi on-line bagi peranti memadai?
Bila mayoritas jawaban terhadap pertanyaan tersebut adalah ’tidak’, berarti lingkungan pengembangan PL lemah dan berisiko tinggi.
Rekayasa Perangkat Lunak Bab 6 Halaman 12

@ Resiko yg berhubungan dgn ukuran & pengalaman staf
Resiko yg berhubungan dgn keseluruhan teknik & pengalaman proyek dari RPL yg akan melakukan tugas tsb. Checklist item resiko yg berhubungan dengan ukuran & pengalaman staf :
• Apakah orang2 terbaik dapat diperoleh?
• Apakah orang2 tsb memiliki gabungan ketrampilan yg benar?
• Apakah orang2 yg ada mencukupi?
• Apakah staf dimasukkan ke dalam seluruh durasi proyek?
• Akankah banyak staf proyek bekerja hanya dalam paruh waktu pada proyek ini?
• Apaka staf memiliki pengharapan yg tepat mengenai pekerjaan yg ada sekarang?
• Sudahkah staf menerima pelatihan yg memadai?
• Apakah pergantian di antara staf akan cukup rendah untuk memungkinkan kontinuitas?

Bila jawaban terhadap pertanyaan2 tsb adalah ’tidak’, maka penyelidikan lebih lanjut harus dilakukan untuk memperkirakan risiko potensial.
Komponen Risiko dan Driver Pedoman untuk mengidentifikasi risiko PL dan pengurangannya yaitu
menghendaki agar manajer proyek mengidentifikasi risiko driver yg mempengaruhi komponen risiko PL – kinerja, biaya, dukungan dan jadwal.
Komponen risiko didefinisikan dgn cara sbb :
Rekayasa Perangkat Lunak Bab 6 Halaman 13
• Risiko kinerja – tingakat ketidakpastian dimana produk akan memenuhi persyaratannya dan cocok dgn penggunaannya.
• Risiko biaya – tingkat ketidakpastian dimana biaya proyek akan dijaga
• Risiko dukungan – tingkat ketidakpastian dimana PL akan mudah dikoreksi, disesuaikan dan ditingkatkan.

Manajemen Proyek
Manajemen proyek adalah cara mengorganisir dan mengelola sumber penghasilan yang penting untuk menyelesaikan proyek.
 
Hal pertama yang harus dianggap sebagai manajemen proyek adalah bahwa proyek ini diantarkan dengan batasan yang ada. Hal kedua adalah kemungkinan terbaik distribusi sumber daya. Manajemen proyek adalah seni mengontrol baik hal selama proyek, dari sejak dimulai sampai selesai.

·         PMBOK : fondasi dasar untuk memahami manajemen proyek.

·         Project Integration Management : focus mengkoordinasikan perencanaan proyek, eksekusi, dan control perubahan.
·         Project Scope Management : jaminan bahwa kerja proyek telah akurat dan lengkap dan berjalan sesuai rencana.
·         Project Time Management : penting untuk mengembangkan, mengawasi, dan mengolah jadwal proyek.
·         Project Cost Management : menetapkan budget yang lengkap dan telah disetujui.
·         Project Quality Management : focus pada perencanaan, pengembangan, pengolahan lingkungan yang memungkinkan proyek untuk memenuhi harapan stakeholder.
·         Project Human Resources Management : focus pada membuat dan mengembangkan tim proyek.
·         Project Communication Management : menjamin penyampaian informasi secara akurat dan tepat waktu pada stakeholder.
·         Project Risk Management : berfokus pada identifikasi dan respon pada resiko project.
·         Project Procurement Management : memungkinkan pengadaan sumber daya di luar organisasi.

3.     Pengertian Business Case dan Tahapan dalam pengembangan Business Case!
·         Business Case : menyediakan analisis nilai organisasi, biaya dan keuntungan, dan resiko dari beberapa alternative.
Tahapan :
·         Select Core Team : mengumpulkan para ahli menjadi 1 tim.
·         Define Measurable Organisational Value : Menetapkan goal, dimana goal tersebut harus : dapat diukur, menyediakan manfaat bagi perusahaan, disetujui oleh stakeholder, dapat diverifikasi.
·         Identify Alternatives : menetapkan alternative penyelesaian karena tidak mungkin 1 hal dapat menjawab semua masalah.
·         Define feasibilities and assess risk : tiap alternative harus dianalisa resikonya dan apakah tiap alternative itu bermanfaat.
·         Define Total Cost of Ownership : menetapkan laba perusahaan.
·         Define total benefit of ownership : menetapkan laba perusahan.
·         Propose and support recommendation : mendukung alternative yang telah ditentukan.
Potential Area :
·         Strategic
·         Kemungkinan pasar yang baru
·         Transformasi untuk berkompetisi dalam pasar yang baru.
·         Meningkatkan bagian dalam pasar.
·         Customer
·         Makin banyak pilihan produk dan layanan.
·         Menerima pelayanan yang lebih baik.
·         Transaksi lebih efektif dan efisien.
·         Finansial
·         Keuntungan bertambah
·         Operational
·         Biaya operasi lebih rendah.
·         Meningkatkan efektivitas.
·         Meningkatkan SCM.
·         Social
·         Pendidikan
·         Keamanan
·         Kesehatan
·         Lingkungan

4.     Meliputi hal apa saja yang termasuk di dalam business case template!
·         Cover page
·         Executive summary
·         Deskripsi singkat dari masalah & kesempatan.
·         Goal dari segi perusahaan.
·         MOV dan bagaimana hubungannya dengan strategi goal perusahaan.
·         Penjelasan tiap pilihan alternative.
·         Penjelasan alternative terpilih.
·         Introduction
·         Situasi saat ini.
·         Penjelasan masalah dan kesempatan.
·         MOV
·         Bagaimana mencapai MOV
·         Sasaran business case
·         Alternatives
·         Analysis of Alternative
·         Proposed recommendation